Karena hidup itu seperti jendela. Yang memiliki cerita berbeda, di setiap sisinya.

Jumat, 19 Desember 2014

Sebuah Ruang dengan Satu Jendela #2 : Waktu yang Terkelupas

Lupa ambil di mana._.v Tapi keren banget:3




Aku mencium berbagai macam bau. Anyir, amis, dan bau menjijikkan lainnya yang menyaru dalam organ penciumanku. Sementara itu, aku mendapati sesosok tubuh yang bersimpuh kaku dalam kubangan cairan sewarna merah kental. Aku berdecak, menatapmu yang tidak lagi bergerak, kemudian mendengus.

Ruang ini terlalu gelap dan kelam. Diam-diam, aku merasakan gejolak menyakitkan dari dasar hatiku. Tetapi aku diam saja. 

Lamat-lamat, ruang itu kembali terang. Satu-satunya jendela di ruang itu membuat mataku tergiring dan jatuh menatapnya untuk beberapa waktu. Pelan-pelan, aku mengambil napas dan menyatukan kelopak mataku.

Sudah tidak lagi gelap, Rhe. Dan sebentar lagi, waktunya.

Ikuti Jendela dengan Surel

Copyright © Jendela yang Bercerita Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com